- Welcome to Indonesia Tennis Online - Selamat Datang di Dunia Maya Tenis Indonesia -Indonesia Tennis, the place for all information about Tennis in Indonesia, promotes tennis for Indonesians and international tennis community in Indonesia. Emphasizing in supporting children and youngsters to achieve the best they can be in tennis sport and academy as well, in entering tennis global community for a better future in harmony.
|
| FORKOPI DAN SELEKNAS YUNIOR 2010 |
| Written by In Tennis | |||
|
IndonesiaTennis, Jakarta 6 Pebruari 2010. Menghangatnya suasana pertenisan yunior Indonesia, cukup terasa memasuki musim seleknas tahun 2010 ini, seperti telah diinformasikan pada media ini sejak seminggu lalu dan telah didapatnya keputusan peserta turnamenITF U14 Asian Championships 2010 di Shenzhen China 14-28 Maret 2010 mendatang serta telah digelarnya Seleknas KU16 Putra di Kemayoran Tennis Center Jakarta 2-5 Pebruari yll. Peserta kejuaran di Shenzhen, sesuai yang telah ditetapkan PP Pelti melalui Surat No: 022/K/I/10 Jakarta, 29 Januari 2010, yang ditandatangani oleh Ketua Bidang Pembinaan Yunior PP Pelti Danny Walla adalah:
PUTRA: 1. Raheta Riki Ardiansyah (Jawa Barat) 2. Mark Ginting (DKI) 3. Armando Soemarno (DKI) PUTRI: 1. Idhun Safa'ti (Jawa Tengah) 2. Woyla Waluyo (DKI) 3. Allif Nafiah (Jawa Tengah) Sementara hasil Seleknas KU 16 Putra yang telah selesai Jum'at 5 Pebruari kemarin adalah seperti yang diperoleh dari website PP Pelti dan Christian Budiman sbb: 1. Wisnu Adi Nugroho (Jawa Tengah). 2. Nur Adim Ramdani Iswan (Jawa Barat) 3. David Manoah Yosua (DKI) 4. M Rizki Widianto (Jawa Timur) 5. Arif Rahman (Kalimantan Timur) 6. M Sani Wijaya (Jawa Barat) 7. Ibrahim Unggulaga (Jawa Timur) 8. Jess David Wiranata (DKI) Sedangkan untuk Seleknas KU16 Putri, sesuai jadwal yang telah direncanakan sejak semula 1-7 Maret 2010, meski pernah ada rencana untuk menyatukannya dengan Seleknas KU16 Putra yang harus maju sesuai jadwal Pre Qualifying Tim Junior Davis di Colombo 20-27 Pebruari 2010, dimana saat ini posisi tim Indonesia harus bercokol, turun dari grup Qualifying seperti di Shepparton Australia April 2009 lalu. Ketua Forkopi, Harmony Ginting yang saat ini ikut aktif dalam mendalami proses penyeleksian peserta Seleknas, juga dengan terdapatnya 2 putranya sebagai kandidat peserta Seleknas KU14 dan 16, banyak menerima telpon dari petinggi Pelti dan terutama dari para orang tua dengan berbagai corak, minta tolong sampai menuduh, terutama berkaitan dengan ikutnya salah satu putranya ke Shenzhen. Tentunya karena komitmen sebagai ketua dan pendiri Forkopi yang pada prinsipnya membantu menjembatani serta mengkoordinir suara orang tua ke pihak terkait pertenisan, khususnya PP Pelti. Sebagai orang tua, Ketua Forkopi telah mengirimkan surat ke PP Pelti menyampaikan data data putranya sehingga bisa mendapatkan penilaian yang wajar dari petinggi PP Pelti yang berwenang untuk mendapatkan hasil seleksi yang lebih baik, dan sebagai Forkopi mendampingi orangtua dan menyampaikan keluhan para orangtua ke PP pelti. Salah satu yang cukup menonjol adalah tersingkirnya Bagas PS, peringkat 2 KU 14 Putra PNP 31 Desember 2009 dari 3 peserta ke Shenzhen, tergantikan oleh Mark Ginting yang tercatat sebagai peringkat 9, namun memiliki prestasi terbaik di KU16 dan ITF dibanding peserta lainnya. Hal ini telah menimbulkan kemarahan orangtua dan pelatih ybs, karena seperti yang telah mereka sampaikan ke IndonesiaTennis dan petinggi PP Pelti lainnya, bahwa anaknya telah dinyatakan terpilih sebagai peserta oleh salah satu petinggi PP Pelti yang berwenang pertelpon dan telah disuruh untuk mengurus Paspor dan dokumen lain yang diperlukan, dan ketika beberapa hari kemudian mengetahui bahwa anaknya tidak terpilih, tentunya telah menimbulkan kekecewaan dan rasa malu yang besar terhadap pihak pihak yang telah bersedia membantu putranya untuk berangkat ke Shenzhen. Kekecewaan ibu yang bekerja keras dengan sehari hari mengantar putranya berlatih di Semarang dari kediamannya di Pati, menggunakan kendaraan roda dua ini, tentunya sangat bisa dimengerti, ditambah penjelasan "miring" salah satu petinggi PP Pelti lainnya, sehingga keluarlah tuduhan ibu ini ke Ketua Forkopi melalui SMS yang cukup keras. Namun setelah Ketua Forkopi dan juga orang tua 2 petenis yunior putra berprestasi ini menjelaskan panjang lebar pertelpon ke ibu yang berencana akan mendatangi KU PP Pelti dan Menpora ini, mulai melihat posisi dari Ketua Forkopi sebagai orangtua yang memperjuangkan hak anaknya secara wajar, demikian juga ke pelatihnya yang populer dipanggil " pak Jumat" dijelaskan bahwa Ketua Forkopi tidak dapat mengintervensi keputusan PP Pelti , namun dapat menyampaikan data dan usulan yang melengkapi data PP Pelti yang ada, sehingga keputusan yang lebih baik bisa dihasilkan. Masukan pertelpon dan email juga diterima Ketua Forkopi dari orangtua calon peserta Seleknas KU 16 Putri, bahwa ada 2 calon peserta, Aldila Sutjiadi dan Dina Karina yang bersekolah di Jubillee School akan berhalangan untuk ikut Seleknas bila digelar sesuai rencana semula, 1-7 Maret karena bertabrakan dengan jadwal Try Out kelas 9 disekolah itu. Ketua Forkopi diminta untuk mengusulkan penggeseran jadwal Seleknas tsb sehingga tidak bertabrakan. Adapun usulan lainnya, agar Seleknas diselenggarakan mulai Jum'at atau Sabtu, sehingga mengurangi hari bolos sekolah para peserta, dan merupakan sebuah usul yang pantas untuk dipertimbangkan.
|
Australia Tennis Wonder






