- Welcome to Indonesia Tennis Online - Selamat Datang di Dunia Maya Tenis Indonesia -Indonesia Tennis, the place for all information about Tennis in Indonesia, promotes tennis for Indonesians and international tennis community in Indonesia. Emphasizing in supporting children and youngsters to achieve the best they can be in tennis sport and academy as well, in entering tennis global community for a better future in harmony.
|
| IndonesiaTennis di Australian Open 2010 |
| Written by In Tennis | |||
|
IndonesiaTennis. Melbourne VIC, 18 Januari 2010. Rombongan Indonesia Tennis berangkat dari Albury Train Station dengan diantar oleh keluarga tenis yang menampung mereka menggunakan Bus diganti KA di kota Seymour, dengan jadwal 12.30 menuju Melbourne dalam perjalanan sekitar 3 jam lebih dan perjalanan menjadi meriah karena dalam bus maupun gerbong KA tsb didominasi oleh peserta turnamen Wodonga Jr Grasscourts Champs yang bermaksud menonton Australian Open 2010.
Klik untuk teks yang lebih jelas: Keaktifan dan prestasi petenis rombongan IndonesiaTennis, cukup mewarnai ketiga turnamen Grasscourt Australia tsb dan akan ditulis dalam tulisan tersendiri sehingga dapat lebih memperkenalkan masyarakat tenis Australia, yang berada dibelakang bintang bintang tenis Australia populer seperti Lleyton Hewitt, Jelena Dokic, Samantha Stosur, bintang belia Bernard Tomic yang sedang melesat pesat, kepada masyarakat tenis Indonesia agar dapat memetik manfaat meningkatkan prestasi pertenisan Indonesia yang saat ini cukup memprihatinkan.
Australian Open 2010.
Rombongan IndonesiaTennis sendiri memilih untuk tinggal di motel kecil sejauh 30 menit menggunakan train dari Melbourne, karena Backpacker hotel saja yang tersebar radius 5 km dari Melbourne Park pada saat Australian Open, sudah memasang tarif sekitar AUD50.00/orang/malam, sehingga pilihan IndonesiaTennis dipuji oleh Phil Shanahan sebagai sangat bijaksana. Pertandingan yang diskejulkan untuk dimulai jam 11.00 setiap hari mulai Senin 18 Jan, namun mulai jam 9.00, setiap tram telah terlihat penuh berjejal tidak kalah dengan berjejalnya penumpang KRL Depok Jakarta di pagi hari yang sibuk, dipenuhi oleh tennis mania seluruh dunia dipagi yang cukup menggigilkan dengan temperatur sekitar 15 oC dan diselingi gerimis kecil.
Antrian panjang bagi ribuan pengunjung yang sudah memiliki Entry Pass maupun sebagian kecil yang antri untuk memberi Entry Pass terlihat sejak pagi, menunggu dibukanya gerbang jam 10.00, 1 jam sebelum pertandingan, dan pertandingan dimulai tanpa ada upacara ini dan itu, langsung tanding, maka bintang bertaburan disetiap lapangan.
Hari pertama, seluruh pertandingan di lapangan terbuka, mulai dari Margaret Court Arena, sebagai stadium ketiga terbesar di Melbourne Park Tennis Center, terinterupsi oleh hujan kecil dan hembusan angin yang cukup sejuk, namun umumnya penonton tidak beranjak dari tempat duduknya yang akan "hilang" bila ditinggalkan tanpa penunggu. Hujan yang memang telah diramalkan oleh Ramalan Cuaca setempat, membuat penonton membawa payung atau jas hujan dari rumah, sehingga terlihat cukup menarik ketika hujan turun. Kefakuman pertandingan sering dimanfaatkan dan diisi oleh penonton kelompok "Cheer Leader" dengan membuat gerakan "Wave", termasuk menggunakan payung sebagai pengganti tangan, sehingga terlihat ombak lautan payung yang cukup menghibur.
|
Australia Tennis Wonder




Rombongan IndonesiaTennis telah mendapatkan Ground Pass untuk tiga hari (seharga AUD29.00/tiket/hari), yang berlaku untuk menonton seluruh pertandingan di 22 Courts kecuali pertandingan di Rod Laver Arena dan Hisense Arena. Melbourne Park yang berada di pusat kota Melbourne, dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Flinders Street Station (KA) atau pihak penyelenggara juga menyediakan tram gratis dari Flinders Street dengan no 70 hampir setiap 5 menit dan pada hari pertama ada petugas disetiap halte tram sepanjang Flinders Street dengan ramah menjelaskan tram untuk tennis kepada penanya, bahkan petugas sering bergurau mengatakan "Don't worry, they will kick your ass out when get there", ketika ditanya di halte mana harus turun untuk ke Rod Laver Arena.





