- Welcome to Indonesia Tennis Online - Selamat Datang di Dunia Maya Tenis Indonesia -Indonesia Tennis, the place for all information about Tennis in Indonesia, promotes tennis for Indonesians and international tennis community in Indonesia. Emphasizing in supporting children and youngsters to achieve the best they can be in tennis sport and academy as well, in entering tennis global community for a better future in harmony.
|
| GUBERNUR DKI CUP 2009 TERTUTUP DIBUKA |
| Written by In Tennis | |||
|
Yang menarik perhatian sejumlah masyarakat tenis, adalah ikut dilantiknya petenis nasional anggota Tim Davis era 80an, Tintus Arianto Wibowo sebagai salah satu pengurus Pengkot Pelti Jakarta Barat ini, ditambah dengan ikutnya petenis nasional anggota tim Davis Indonesia 2008, Ayrton Wibowo, yang juga adalah putra pasangan Tintus dengan petenis nasional Suzanna Anggarkusuma, yang saat ini membuka sekolah tenis "Lucky "by Suzanna di lokasi yang sama paska lepas dari Pelatnas "Camp Ragunan" Augustus 2009 yll. Turnamen tahunan yang diprakarsai oleh Pengprov Pelti DKI, yang kali ini dilaksanakan oleh Pengkot Pelti Jakbar, memang sejak awal sudah gunjang ganjing persiapannya, hal ini karena sulitnya koordinasi antara Pelti dan Sudin Olahraga kelima Wilayah kota, seperti yang disampaikan Imam Supardi, Sekretaris Umum PengProv Pelti DKI kepada IndonesiaTennis disela sela berlangsungnya turnamen. Hal ini terbukti dengan tidak hadirnya tim Jakarta Pusat, serta terbentuknya tim Jakarta Selatan pada detik detik terakhir yang dikoordinir oleh Alfon, yang pada turnamen tahun lalu bertindak sebagai manajer tim Jakarta Pusat.
Pembukaan yang dihadiri oleh Walikota Jakarta Barat, Djoko Ramadhan serta Johannes Susanto, mewakili PP Pelti, yang sebelumnya telah menghubungi IndonesiaTennis mengenai kontroversi partisipasi petenis nasional yang dikenal luas sebagai anggota tim PON Sulawesi Utara pada PON XVII yll di Kal Tim, serta pindah menjadi tanggota im PON Bangka Belitung pada PON Tenis 2009 yll. Kehadiran petenis nasional yang sekarang memilih sekolah di Amerika ini sebagai anggota tim Jakarta Barat, telah memicu sejumlah protes dari Wwlayah kota lainnya, menurut Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti ini. Hal ini harus cepat dituntaskan, tegas penggila sate kambing ini, karena dapat memicu mundurnya peserta lain dari pertandingan, yang tentunya dapat berdampak buruk bagi penyelenggaraan turnamen tsb. Rencananya Ketua Bidang PP Pelti ini akan menyampaikan secara resmi tertulis ke penyelenggara hari ini mengenai kondisi ini, agar penyelenggara dapat melakukan tidankan yang diperlukan. Memang menurut pengamatan IndonesiaTennis, peserta dari turnamen ini, dapat dikatakan hampir "terbuka" untuk semua petenis yang berdomisili seputar Jakarta. Kurang jelasnya aturan, juga telah menimpa sejumlah tim, seperti Jakarta Barat yang hanya membatasi dengan 4 anggota perkelompok, padahal yang lainnya diperbolehkan memiliki 5 anggota, yang sangat berguna ketika salah satu anggota berhalangan. Juga kurang jelasnya orientasi penyelenggaraan turnamen ini, yang sedianya sebagai ajang penyaringan tim PON DKI (Porda), namun terlihat kurang tepat sasaran, mengingat rencana Pembatasan usia atlet pada PON XVIII yad oleh KONI adalah 23 tahun, maupun oleh PP Pelti sendiri yang informasinya akan diajukan dalam waktu dekat menjadi 21 tahun. Dengan kondisi baru ini, jelas seleksi ini menjadi tidak tepat sasaran, karena sejumlah petenis kelompok umum saat ini telah berusia diatas 20 tahun, sehingga pada PON XVII 2012 yad akan berusia lebih dari 23 tahun apalagi bila usulan PP Pelti yang dipergunakan, 21 tahun. Imam Supardi, penanggung jawab pelaksanaan turnamen ini, mengaku bahwa kondisi ini memang diluar kendalinya karena sulitnya berkoordinasi dengan Sudin Pemuda dan Olahraga 5 wilayah kota yang bertanggungjawab mendanai persiapan dan pengiriman atlit, namun dia terbuka untuk usulan penyelenggaraan yang lebih baik kedepan, seperti menerapkan daftar peserta jauh jauh hari sebelum penyelenggaraan serta adanya mekanisme pembinaan dan penyeleksian awal dari wilayah kota, seperti melalui penyelenggaraan turnamen ditiap wilayah kota masing masing sebelum Gubernur Cup Tertutup ini.
|
Australia Tennis Wonder








