- Welcome to Indonesia Tennis Online - Selamat Datang di Dunia Maya Tenis Indonesia -Indonesia Tennis, the place for all information about Tennis in Indonesia, promotes tennis for Indonesians and international tennis community in Indonesia. Emphasizing in supporting children and youngsters to achieve the best they can be in tennis sport and academy as well, in entering tennis global community for a better future in harmony.
|
| ASIAN CHAMPS TIDAK PENTING, WT ASIA OCEANIA CHAMPS YES |
| Written by In Tennis | |||
|
Terlepas dari alasan pindahnya turnamen tsb ke kota bisnis yang dekat dengan Hong Kong tsb, terbetik kabar bahwa pesertanya yang selama ini ditentukan melalui Seleknas, ternyata kali ini dibebaskan oleh Pelti, seperti yang disampaikan oleh Christian Budiman, Waka Bidang Pembinaan Yunior PP Pelti kepada IndonesiaTennis pertelpon hari ini. Menurut mantan petenis asal Siantar ini, hal tsb memang demikian terjadi selama ini, hanya banyak masyarakat tenis tidak mengerti dan salah persepsi antara kaitan Seleknas KU 14, Jubilee School Asian Champs dan World Tennis Junior 14 U Asia Oceania Champs yang bermuara ke finalnya WTJC di Prostejov Czech Republic dan merupakan kompetisi antar tim, sementara Jubilee School ITF U14 Asian Champs bermuara ke Tour "hanya" 5 minggu di Eropah, juga atas biaya ITF dan bersifat perorangan.
Dari perbedaan sifat kedua turnamen tsb, memang cukup logis bila Pelti tidak merencanakan untuk membiayai partisipasi pada turnamen atas nama perorangan, namun selama ini terjadi salah persepsi masyarakat tenis Indonesia bahwa kesertaan pada Jubilee School ITF 14U Asian Champs dan World Junior Tennis 14U Asia Oceania Champs dilanjutkan ke World Junior Tennis Champs merupakan rangkaian dari seleknas, hal tsb diperkuat dengan fasilitas seusai seleknas bagi peserta yang terpilih selalu di masukkan 'Pelatnas' Pelti, sebelum berpartisipasi pada turnamen .Asian Champs tsb.
Pelti telah memutuskan untuk tidak mengadakan seleksi melalui turnamen yang tentunya akan memakan biaya, ditambah sebagai konsekwensi penyelenggaraan seleknas, Pelti 'harus' membiayai partisipasi 6 peserta ITF 14U Asian Champs ditambah minimal 1 pelatih dan/atau manajer ke China, sungguh suatu hal sulit sulit mudah untuk diterima akal sehat. Sulitnya, pertama selama ini kita menjadi tuan rumah (Pelti dan Jubilee), ketika turnamen tsb pindah Pelti bahkan berminatpun tidak untuk mengirimkan petenis terbaik Indonesia. Kedua, Asean Games saja kita heboh dan harap harap cemas bisa meraih prestasi kedua dari puncak, sementara yang ini merupakan "Asian Games", tanpa medali beregu, meski hanya untuk KU14. Juga tentunya ASIAN CHAMPS ini sangat bagus menjadi ajang uji coba bagi peserta pemenang Seleknas sebelum kembali ke Anqing China, untuk berpartisipasi di turnamen Asia Oceania kualifikasi WTJC 2010.
Ketua Forum Komunikasi Orangtua Petenis Indonesia, sempat mengusulkan melalui Christian Budiman agar Pelti menyelenggarakan Seleknas seperti tahun tahun sebelumnya yang hasilnya dapat menjadi patokan dalam menentukan peserta terbaik, dan juga tentunya diharapkan PP Pelti dapat menggalang dana untuk mendukung petenis berprestasi namun tidak mampu untuk ikut, namun Ketua Bidang Pembinaan Yunior PP Pelti, Danny Walla, tetap memutuskan untuk melepaskan peserta untuk bebas memilih dan atas biaya sendiri, sesuai hasil rapat antar bidang PP Pelti minggu lalu.Untuk itu Forkopi berencana untuk melakukan seleksi sekaligus membentuk tim secara independen untuk mendapatkan yang terbaik bila ternyata terdapat peserta lebih dari 3 putra dan 3 putri, yang merupakan kuota negara peserta, kecuali tuan rumah yang biasanya mendapat tambahan 2 peserta putra dan 2 peserta putri.
Sementara itu, 4 petenis yunior Indonesia yang mengikuti "IndonesiaTennis Australia Open 2010 Tour," telah tuntas dengan segala persiapannya, dengan mengikuti 3 turnamen serta diakhiri dengan menyaksikan Australia Open 2010 difasilitasi dengan tiket gratis, melihat langsung Federer, Nadal, Jokovic dll dapat menjadi pembuka cakrawala wawasan petenis yunior ini, agar tidak hanya puas menjadi "Krupuk" kedepan. Uniknya, tour ini akan menikmati "Live in" di keluarga petenis Australia selama 2 minggu, serta juga akan bergabung dengan tim Squad salah satu Tennis Academy Australia di Foot Ball Stadium rooms untuk selama satu minggu dikota tempat penyelenggaraan Junior Davis Cup Indonesia vs Australia baru baru ini, dan tidur diatas matras, semua akan menjadi sebuah pengalaman berkesan seumur hidup.
|
Australia Tennis Wonder



IndonesiaTennis. Jakarta 7 Desember 2009. Pindahnya penggelaran turnamen internasional KU14, Jubilee school ITF 14U Asian Championships ke Shenzhen China, merupakan sebuah berita yang cukup mengejutkan karena tidak ada isu mengenai hal tsb sebelumnya, bahkan pihak Jubille School sendiri sebagai sponsor usai penyelenggaraan turnamen yll, menyampaikan tekadnya untuk tetap mendukung penyelenggaraan turnamen tsb di Indonesia, namun itulah realitanya.
Ketua Forum Komunikasi Orangtua Petenis Indonesia, sempat mengusulkan melalui Christian Budiman agar Pelti menyelenggarakan Seleknas seperti tahun tahun sebelumnya yang hasilnya dapat menjadi patokan dalam menentukan peserta terbaik, dan juga tentunya diharapkan PP Pelti dapat menggalang dana untuk mendukung petenis berprestasi namun tidak mampu untuk ikut, namun Ketua Bidang Pembinaan Yunior PP Pelti, Danny Walla, tetap memutuskan untuk melepaskan peserta untuk bebas memilih dan atas biaya sendiri, sesuai hasil rapat antar bidang PP Pelti minggu lalu.


