- Welcome to Indonesia Tennis Online - Selamat Datang di Dunia Maya Tenis Indonesia -Indonesia Tennis, the place for all information about Tennis in Indonesia, promotes tennis for Indonesians and international tennis community in Indonesia. Emphasizing in supporting children and youngsters to achieve the best they can be in tennis sport and academy as well, in entering tennis global community for a better future in harmony.
|
| Realita Krupuk vs Impian Petenis Yunior Indonesia |
| Written by IndonesiaTennis | |||
IndonesiaTennis. Jakarta 20 Nopember 2009. Ditengah tengah berlangsungnya turnamen ITF Junior Solo Open 2009 yang hijrah kembali ke GBK Senayan Jakarta penyelenggaraannya setelah menetap di Solo selama 5 tahun terakhir, dan kini diselenggarakan dengan cara sangat sederhana, hampir tanpa banner sponsor dll kontras dengan turnamen yang digelar di Surabaya minggu sebelumnya, serta kali ini kerap diinterupsi hujan, sehingga para pelatih dan orang tua memiliki banyak waktu luang untuk terlibat pembicaraan ringan sampai berat (soal keterbatasan keuangan untuk ikut turnamen diluar negeri), sambil menanti anak atau anak didiknya bertanding.Ditengah percakapan itu terlontar pengakuan pelatih/ayah petenis yunior berprestasi asal Bandung yang saat ini sudah beralih profesi menjadi manajer lapangan Futsal, setelah lapangan tenis tempatnya melatih dirubah menjadi lapangan Futsal indoor, mengenai alasan titik balik impiannya menjadikan anaknya petenis professional. Dominasi petenis China di putri dan Swiss di putra pada turnamen sebelumnya di Surabaya, seperti mengamini inti cerita dari pelatih/orang tua petenis yunior ini, bahwa petenis kita cuma dijadikan "Krupuk" oleh petenis asing. Konon tahun lalu, three musketters putra top yunior Indonesia ini, merasa sudah mampu berkiprah di turnamen ITF Jr G4, mencoba kemampuannya di G3 dan G2, dan hasilnya, ya itu "krupuk" tadi, maka realita yang ada harus dihadapi dengan tabah dengan segera memilih jalur lain yang lebih realistis, sekolah. Beberapa petinggi PP Pelti memang pernah mengeluhkan perilaku sejumlah petenis yunior berprestasi Indonesia yang setelah mendapat fasilitas dari Pelti maupun pemerintah, namun ujungnya bukan menjadi petenis yang bisa mewakili Indonesia ke kancah internasional seperti Sea/Asian Games, Davis/Fed Cup dll, melainkan hanya untuk mendapatkan scholarships diluar negeri, hal ini tentu wajar saja karena jalur itu adalah yang paling realistis setelah latihan keras dan panjang serta mahal bertahun tahun. Hanya orang super "gila" dan kaya yang mau membiayai anaknya menempuh jalur pro tour yang panjang dan mahal, tanpa suatu kepastian "lulusnya", seperti pernah ditulis dimedia ini sebelumnya. Untuk petenis putra, kesempatannya kurang dari sepertiga kesempatan petenis putri, sehingga investor normal, akan lebih memilih mensponsori petenis putri tentunya. Dunia pertenisan saat ini memang sedang berpihak ke petenis putri, hal ini juga tercermin dari keberadaan penyediaan beasiswa di perguruan tinggi Amerika, yang hanya menyediakan 1.971 beasiswa untuk putra dan hampir dua kali lipat, 3.794 untuk putri, untungnya masih terbuka luas bagi mahasiswa asing termasuk Indonesia. Dengan biaya turnamen sebesar 300 juta sampai 400 juta pertahun, yang mungkin baru berhasil setelah 2-3 tahun, maka jalur beasiswa atlet sekolah di Amerika menjadi sangat logis dan menarik, terutama untuk putri, demikian mudahnya untuk didapat dan disebut "full-ride scholarships", karena semua biaya ditanggung termasuk dapat uang jajan yang besarnya lebih dari gaji lulusan baru perguruan tinggi di Indonesia. Saat ini hadiah putra dan putri telah sama besarnya di turnamen professional, dan sangat mungkin dimasa depan hadiah putri lebih besar dari putra, sebagai kebalikan masa beberapa tahun lalu. Dengan situasi seperti ini, bila pemerintah melalui Koni dan Pelti tidak mampu mengantisipasinya, maka tidak niscaya, prestasi petenis putra Indonesia akan terus melorot ketitik nadir, bahkan di Asean pun mungkin kita tidak diperhitungkan lagi dalam beberapa tahun kedepan, karena cuma "krupuk".
|
Australia Tennis Wonder
8; 10; 12; 14; Yunior B&G
Single & Consolation
Info:
SMS: 0855-1130-787
Hotline: 021-964-876-22 (Esia)
Ph: 021-7152-5821*
Fax: 021-723-7923
Email: info@indotennis.com
No Rek:
Atas Nama: David Harlingan
Mandiri 070-00-10111990
BCA: 6080-289-616
V
V
Pati, 26 - 29 Maret 2009
Denpasar, 17 - 19 April 2009
Pontianak, 20 - 24 Mei 2009
JAKARTA 8 Junior 2009
Senayan, 5-7 Juni 2009:
CLAY GRANDSLAM Junior 2009
Senayan, 27 Juni - 5 Juli 2009:
KEMERDEKAAN Junior 2009
Senayan, 15-17 Agust 2009:
KETUPAT Junior 2009
Senayan, 02-04 Oktober 2009:
Transportation Main Sponsor


MASTER BINTANG JUNIOR 2008

IndonesiaTennis. Jakarta 20 Nopember 2009. Ditengah tengah berlangsungnya turnamen ITF Junior Solo Open 2009 yang hijrah kembali ke GBK Senayan Jakarta penyelenggaraannya setelah menetap di Solo selama 5 tahun terakhir, dan kini diselenggarakan dengan cara sangat sederhana, hampir tanpa banner sponsor dll kontras dengan turnamen yang digelar di Surabaya minggu sebelumnya, serta kali ini kerap diinterupsi hujan, sehingga para pelatih dan orang tua memiliki banyak waktu luang untuk terlibat pembicaraan ringan sampai berat (soal keterbatasan keuangan untuk ikut turnamen diluar negeri), sambil menanti anak atau anak didiknya bertanding.


