- Welcome to Indonesia Tennis Online - Selamat Datang di Dunia Maya Tenis Indonesia -Indonesia Tennis, the place for all information about Tennis in Indonesia, promotes tennis for Indonesians and international tennis community in Indonesia. Emphasizing in supporting children and youngsters to achieve the best they can be in tennis sport and academy as well, in entering tennis global community for a better future in harmony.
|
| Bintang Ketupat Berlangsung Sederhana Dikemeriahan Even Bulutangkis |
| Written by IndonesiaTennis | |||
|
Deggyandra Luhur (DKI) berhasil menggondol gelar juara untuk KU 16 Putra setelah mengalahkan Joshua Ginting di final, sementara itu Diandra Berliana (Bekasi) dan Raheta Ardiasyah (Purwakarta), kembali berhasil menggondol gelar juara di KU 14 Putri dan Putra dengan mengalahkan lawannya masing masing di final, Devi Hasan (DKI) dan Jeremy Jason Nahor. Pertandingan antara Raheta dan Jeremy berlangsung cukup menarik pada set awal dalam reli reli panjang dan pukulan yang bertenaga, terutama dari putra pelatih nasional Bunge Nahor yang baru kembali dari 2 minggu di Korea mengikuti turnamen ATF 14U. Sayangnya dalam hal konsistensi JJ yang juga terpilih menjadi peserta Bakrie Junior Master 2009 yang akan berlangsung 23 Oktober ini di Lap Tenis Rasuna Said, masih tertinggal dari Raheta. Sementara juara KU 16 Putra turnamen sebelumnya, Mark Ginting, harus rela menyerah (Retired) kepada Gilang Ramadhan meski dalam posisi unggul 6-2 dan 5-2 di set penutup, khawatir kondisi kakinya yang merasa sakit karena sebelumnya telah mengikuti kegiatan atletik dan futsal sekolahnya sejak jam 7 pagi hingga jam 3 sore. Kejutan di KU 14 Putra juga terjadi dengan melajunya Bryan Husin (98), menjadi peserta termuda di KU 14 dan berhasil menerobos ke Semifinal dan kandas dari peringkat pertama di KU ini, Raheta Ardiansyah dengan skor cukup "melawan" 6-2; 6-3. Petenis berbakat yang berlatih di YBTA asuhan Yayuk Basuki ini sedang mempertimbangkan untuk mengikuti Australia Open 2009 Tour yang diprakarsai oleh Indonesia Tennis, seperti yang disampaikan oleh Tomi Husin yang lama berdomisili di Melbourne Australia.
Alloysius Yoel Arepenta Tarigan, kali ini menjadi juara dengan Runner up James Sudibyo
Joleta Budiman kembali menggondol gelar mengulang Bintang Kemerdekaan bulan lalu dengan Runner up Valencia Sudibyo Para orangtua petenis yunior, sangat mendukung penyelenggaraa Bintang Series ini, karena menjadi ajang latihan dan rekreasi bagi mereka, seperti yang disampaikan oleh David Budiman, orang tua 2 petenis putri Joleta dan Jennifer yang menyatakan komitmennya untuk mendukung penyelenggaraan Bintang Series dan aktif memberikan masukan untuk perbaikan penyelenggaraan. Salah satu orang tua petenis yunior berbakat godokan "Bunge Nahor Tennis Program", bahkan memberikan kontribusi sebesar Rp. 3.000.000,- tunai bagi hadiah turnamen IndonesiaTennis Pro 10 yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat ini di Jakarta. IndonesiaTennis sendiri berkomitmen untuk meneruskan 100% dukungan sponsor tsb bagi hadiah dan pembinaan pertenisan Indonesia dan akan mempublishnya secara transparan ke masyarakat tenis dan sponsor, untuk itu nama sponsor tsb akan dicantumkan sebagai nama turnamen.Seperti halnyapenyelenggaraan "Bintang Series", yang telah menjadi program terobosan IndonesiaTennis dengan komando Aga Soemarno bersama Harmony Ginitng sejak tahun 2006, turnamen IndonesiaTennis Pro 10 ini diharapkan dapat menjadi salah satu terobosan lanjutan Bintang Series didalam mengisi program peningkatan prestasi petenis Indonesia dan tentunya dukungan para pelatih orangtua akan sangat membantu terselenggaranya program ini secara mencukupi dengan berkualitas seperti yang diharapkan. Adapun kelanjutan dari pelaksanaan Bintang Series pada tahun 2010, sedang dalam evaluasi dan penggodokan IndonesiaTennis, menimbang masukan saran, dukungan dan kritikan dari berbagai pihak, terutama mengenai kualitas dan frekwensinya. IndonesiaTennis menyadari peningkatan kuantitas/frekwensi turnamen dari 7 turnamen pada tahun 2008 menjadi 29 turnamen dari rencana 50 turnamen untuk 2009, terasa telah menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi turunnya jumlah peserta rata rata turnamen nasional yunior non ITF. Ini merupakan salah satu konsekwensi dari peningkatan jumlah turnamen Bintang Series ditambah dengan turnamen series lainnya seperti Remaja Tenis Series, UFO Surabaya dll. Eksistensi turnamen turnamen baru ini, adalah merupakan perwujudan inspirasi pendiri IndonesiaTennis, menebarkan turnamen keseluruh Indonesia secara merata, dan diikuti dengan program pengiriman petenis yunior berprestasi antar daerah dengan biaya penyelenggara, sehingga petenis berprestasi tidak merasa semakin berat bebannya untuk mengikuti banyak turnamen diberbagai daerah. Hal terakhir ini memang baru dapat dilakukan oleh Indonesia Tennis secara terbatas, dengan telah membawa petenis berprestasi Bintang Series Jakarta/Yogyakarta ke Bali, Pontianak dan sebaliknya petenis daerah ke Jakarta. PP Pelti sendiri dalam hal ini cukup mendukung penyelenggaraan turnamen seperti Bintang Series, yang salah satunya membebaskan dari Sanction Fee sejak awal, namun tanpa diikuti dengan pemberian ketentuan tertentu mengenai turnamen pembinaan, sehingga terbuka pemanfaatan penyelenggaraan turnamen bersifat pragmatis, hanya untuk sekedar mengeruk keuntungan pribadi. Dari pengalaman IndonesiaTennis menyelenggarakan turnamen Bintang Series ke daerah daerah, tanpa dukungan PP Pelti dalam aturan serta komunikasi dengan daerah, maka akan sulit untuk mewujudkannya, karena daerah daerah memiliki beraneka ragam persepsi mengenai penyelenggaraan turnamen yunior. Paska pengunduran diri pasangan komando "Ragunan Tennis Camp" Suzanna - Tintus Arianto Wibowo, yang selama ini menjadi primadona pembinaan pertenisan Indonesia oleh PP Pelti/Martina Widjaja, semestinya PP Pelti kembali menyegarkan program pembinaan yang lebih terstruktur dan transparan dengan personil yang lebih berprestasi bahkan dapat juga dikompetisikan dalam beberapa katagori/kelompok secara independen dan pembina terbaik mendapatkan insentive/bantuan dari PP Pelti.
|
Australia Tennis Wonder



Dikelompok 10 tahun dan 8 tahun, peserta dari Bandung mendominasi dengan 2 gelar, dari 3 gelar yang ada, bahkan di kelompok 8 tahun campuran, 3 dari 4 peserta semifinalis dikuasai oleh peserta dari kota Factory Outlet ini.



