- Welcome to Indonesia Tennis Online - Selamat Datang di Dunia Maya Tenis Indonesia -Indonesia Tennis, the place for all information about Tennis in Indonesia, promotes tennis for Indonesians and international tennis community in Indonesia. Emphasizing in supporting children and youngsters to achieve the best they can be in tennis sport and academy as well, in entering tennis global community for a better future in harmony.
|
| 7 Mantan Petenis Kampus Masuk ke Putaran 2 US OPEN 2009 |
| Written by IndonesiaTennis | |||
|
Mark dan Joshua Ginting mencoba merasakan aroma US Open dengan Arthur Ashe Stadium dilatar belakangnya Sementara untuk Indonesia, US Open 2009 kali ini, meski di Kelompok Yunior pun, hanya diwakili oleh Grace Sari Ysidora (Tobing), yang merupakan 1 dari 4 petenis yunior yang difasilitasi oleh ITF melalui: "ITF A touring team to North America" dengan fasilitas mengikuti 3 turnamen dengan US Open ditengahnya, setidaknya melanjutkan jejak Beatrice Gumulya pada US Open 2008 lalu. Karir olahraga, termasuk tenis, seringkali dipertentangkan dengan sekolah oleh sebagian besar orang, termasuk di Indonesia, sebagai saling menghambat. Memang ketika sekolah dan institusi pembina olahraga cuma memikirkan kepentingannya masing masing, maka akan terjadi pertentangan, perebutan dominasi yang mengakibatkan terjepitnya atlet didalam mengembangkan potensinya dan ujungnya adalah tertatih tatihnya prestasi olahraga dan sekolah si atlet yang menimbulkan dilema pemilihan sekolah atau karir olahraga, yang semestinya bisa diatasi. Dalam sebuah dialog pada penyelenggaraan PON Tenis 2009 yll di Sneyan, terungkap hal yang sama, bahwa sekolah dan karir tenis akan saling menghambat. Hal ini memang tidak dapat dipungkiri, mengingat pola pemikiran para pendidik/guru2 di Indonesia pada umumnya masih belum melihat olahraga sebagai salah satu "pelajaran" yang bisa mendukung karis siswa dimasa depan, namun hal ini akan terus berubah, sejalan dengan O2SN yang dijalankan Pemerintah secara konsisten dan hal tsb terlihat semakin banyaknya perguruan tinggi memberikan penghargaan/jalur khusus bagi atlet berprestasi.
Meniru ini merupakan PR bagi setiap institusi pembina olahraga/pertenisan di Indonesia, secara konsisten dan terstruktur mendorong masyarakat, pemerintah untuk mengarah kesana, karena tanpa merubah persepsi lama menjadi persepsi sekolah dan olahraga yang saling menunjang, olahraga di Indonesia akan berjalan ditempat, bahkan mundur.
John Isner dengan acungan kemenangannya:. Courtesy of Joshn Isner Tennis
|
Australia Tennis Wonder




Amerika, sangat mendorong prestasi olahraga melalui sekolah, sehingga olahraga dikalangan sekolah sampai perguruan tinggi sangat hidup dan memiliki pasar tersendiri, yang ujungnya setelah matang atau lulus kuliah adalah pasar bebas seperti turnamen WTA/ATP di tenis. Perguruan Tinggi berlomba memberi "Scholarships" bagi atlet berprestasi untuk mendapatkan atlet handal bahkan berburu ribuan altlet sampai keluar negeri, salah satunya di cabang tenis seperti dinikmati oleh sejumlah petenis Indonesia dari waktu ke waktu. Hidupnya "Varsity Tennis", turnamen antar mahasiswa di perguruan tinggi Amerika, terbukti dengan tampilnya 14 mantan petenis kampus tsb di ajang US Open, bahkan seperti James Blake pernah mencapai peringkat 4 ATP dan John Isner menaklukkan Andy Roddick, juara US Open 2005. 


