- Welcome to Indonesia Tennis Online - Selamat Datang di Dunia Maya Tenis Indonesia -Indonesia Tennis, the place for all information about Tennis in Indonesia, promotes tennis for Indonesians and international tennis community in Indonesia. Emphasizing in supporting children and youngsters to achieve the best they can be in tennis sport and academy as well, in entering tennis global community for a better future in harmony.
|
| Bintang Kemerdekaan Meramaikan HUT RI 64 di Lapangan Tenis GBK |
| Written by IndonesiaTennis | |||
|
Samantha sendiri telah tercatat mengikuti 5 turnamen Bintang Series sebelumnya, sementara Yoel, meski bernama belakang Tarigan namun bukan merupakan keluarga petenis yunior Putri Tarigan, kesertaan pada turnamen ini merupakan turnamen perdana baginya, dan terlihat bangga dengan pencapaiannya ini.
Pada KU 10 Putra, Iqbal Nurjadin murid BNTP asuhan Bunge Nahor yang baru saja sembuh dari sakit DBD hampir sempurna membuat kejutan dengan melangkah ke partai final menantang Viqri Ardiansyah, meski akhirnya harus puas dengan posisi sebagai finalis setelah sebelumnya mengalahkan penakluk unggulan 1 Fikri Luthfi meski dengan melalui set Super Tiebreak.
Sedangkan di 10 Putri, Joleta Budiman, petenis asal Bandung ini berhasil menang atas Sabrina Sobirin, yang saat ini berlatih di YBTA asuhan Yayuk Basuki, setelah harus menguras air mata karena merasa dirugikan dengan bad call out dari lawannya pada set pertama, sehingga harus ditengahi oleh referee dan menggunakan wasit.
Arthur Maruli Hutabarat, berhasil meredam dominasi petenis Bandung Vincentius Feraldi Djunardi, seded 1 diturnamen ini pada Kelompok 12 Putra meski dengan Super Tiebreak dalam pertandingan yang menarik.
Kelompok 12 Putri, Siti Nur Arasy, keponakan dari Irawati Moerid petenis nasional era 90an, berhasil membalas kekalahannya dari Irania Shafira, petenis asal Karawang ini pada Bintang Jakarta 8 2009 awal bulan Juni lalu di Rawamangun.
Sementara di 16 Putra, terjadi partai final kakak adik, Mark Ginting vs Joshua Ginting yang melangkah ke partai final tanpa setetes keringat, dan pertandingan ini dimenangkan oleh Marki sang adik dengan dua set langsung, yang pada partai semifinal mengalahkan petenis Bandung William Winata dalam partai Super Tiebreak. Melenggangnya Joshua terjadi karena ada pendaftaryang batal tanpa pemberitahuan serta petenis lainnya tidak memiliki komitmen untuk mengikuti pertandingan sesuai yang ditentukan referee. Sekali lagi ini menjadi bukti semakin rendahnya animo petenis di kelompok ini untuk berlatih melalui turnamen, untuk meningkatkan prestasi, yang secara nasional cukup parah dibandingkan dengan prestasi petenis putri. Kondisi ini menjadi PR bagi setiap masyarakat tenis Indonesia, khususnya Pelti untuk mengatasinya agar prestasi pertenisan Indonesia dapat meningkat prestasinya.
|
Australia Tennis Wonder







Raheta Ardiansyah, Peringkat 1 Kelompok Umur 14 Putra yang melangkah ke final tanpa kehilangan satu set pun sebelumnya, merupakan unggulan 1 di turnamen ini, masih terlalu tangguh bagi Anggi Pradika Winarto asal Bogor Jawa Barat, yang harus puas sebagai finalis.
Partai 14 Putri, masih didominasi oleh petenis asal Bekasi yang dilatih oleh ayahnya sendiri di Kemang Pratama Sport Club Bekasi, Diandra Berliana, dengan menaklukkan Sri Agustin Palupi dua set langsung setelah sebelumnya mengalahkan Devi Hasan unggulan 1 di turnamen ini di partai semifinal. 


