JADWAL SELEKNAS KU 16 PUTRI AKAN DISESUAIKAN IndonesiaTennis. Jakarta 12 Pebruari 2010. Penyelenggaraan pertandingan Seleknas KU 16 Putri untuk menentukan peserta tim Fed Cup Junior Indonesia yang sedianya akan diselenggarakan 1-7 Maret 2010, akan disesuaikan sedapat mungkin dengan kegiatan sekolah para peserta yang memang cukup padat menyongsong Ujian Nasional 29 Maret 2010 bagi SMP, juga mengingat jadwal Fed Cup Jr 26 April 2010 di Kuching Malaysia masih cukup lama. � Details...

Kembali Seleknas KU 16 Berubah IndonesiaTennis. Jakarta 2 Pebruari 2010. Ketua Forkopi, Harmony Ginting yang baru saja kembali dari tour Australia Open selama hampir 1 bulan, dibuat cukup sibuk oleh proses seleksi peserta Seleknas KU14 dan 16, karena banyaknya kesimpangsiuran informasi yang berkaitan dengan proses seleknas yang masuk dari masyarakat tenis ditambah lagi putranya  Mark Nathan Ginting juga masuknya sebagai kandidat peserta di KU14 Putra dan KU 16 Putra. � Details...

Download NFSP!

SELEKNAS KU 16 MENGALAMI PENYESUAIAN IndonesiaTennis. Jakarta 29 Januari 2010. Keluarnya Surat Keputusan PP Pelti No: 021/K.Bin/I/2010 yang ditandatangani Danny Walla, Ketua Bidang Pembinaan Yunior PP Pelti hasil rapat antar bidang 27 Jan 2009 lalu, telah menghangatkan iklim pertenisan yunior Indonesia, dengan dimajukannya secara mendadak Seleknas KU 16  akibat perubahan/penurunan status tim Davis Junior Indonesia yang selama ini masuk di Grup Qualifying Asia Oceania, menjadi masuk di Grup Pre Qualifying yang pelaksanaannya 22 Pebruari 2010 di Kolombo, sebetulnya sejak 26 Nopember 2009 telah diumumkan ATF/ITF di websitenya, namun luput dari pengamatan pihak yang bertanggung jawab di PP Pelti. � Details...

Shout Box

Latest Message: 6 days, 18 hours ago
  • avatar
    indotennis : Turnamen Putra Pro: 24-26 September 2010, detail:«link»
  • avatar
    indotennis : Info Turnamen Yunior Semen Padang 2010 yang kami dapatkan dari PP Pelti masih dalam status belum pasti.Sebaiknya tanyakan langsung ke «email»
  • avatar
    Odara : Hallo Oom. Bisa minta informasi tentang Kejurnas Junior Semen padang? Apa masih diadakan? Terimakasih Smile
  • avatar
    cjohar : could you please give me a link so I can see the details? Registration fee, etc?
  • avatar
    cjohar : Oh, could you please give me a link so I can see the details? Registration fee, etc?
  • avatar
    indotennis : No, but there will be one in Kelapa Gading Sport Club on June 15 2010. Thamrin Cup 2010 ITF Jr G4
  • avatar
    cjohar : Hi, are there going to be any tournaments in Kemayoran or Senayan for U18? Thanks.
  • avatar
    indotennis : Tips menonton Australian Open>>>>«link»
  • avatar
    indotennis : China Tour 2011, mulai siapkan sekarang, baca «link»
  • avatar
    indotennis : Shenzhen, China, kota tempat turnamen ITF U14 Asian Champs 2010 di gelar, berudara dingin 17-20 oC serta berhujan.Disarankan untuk tinggal di Louhu atau Dongmen area, bagi pecinta belanja dan wisata kuliner.
View archive

Only registered users are allowed to post

Main Menu

Photo Bulan Ini

Login Form

PON TENIS 2009

PON TENIS 2009

PROV EMS PRK PGU TOTAL
DKI 18 10 5 33
JATIM 5 4 10 19
KALTIM 2 3 6 11
JABAR 2 0 5 7
JATENG 1 4 8 13
KALTENG 1 1 1 3
SULTENG 1 0 2 3
BABEL 0 2 4 6
BALI 0 2 2 4
KALSEL 0 1 0 1
DIY 0 0 5 5
SULUT 0 0 3 3
PABAR 0 0 2 2
SULSEL 0 0 1 1
LAMPUNG 0 0 1 1

 

- Welcome to Indonesia Tennis Online - Selamat Datang di Dunia Maya Tenis Indonesia -

Indonesia Tennis,  the place for all information about Tennis in Indonesia, promotes tennis for Indonesians and international tennis community in Indonesia. Emphasizing in supporting children and youngsters to achieve the best they can be in tennis sport and academy as well, in  entering tennis global community for a better future in harmony.
More than  just tennis news online, justified by initiating various programs in tennis to support development tennis in Indonesia along with Indonesia Tennis Association (PELTI) as a community  to compete globally, became  a dynamic endless work. IN ENGLISH TRANSLATION

Selesai
Berjalan
Segera





Kembali Seleknas KU 16 Berubah
Written by In Tennis   

IndonesiaTennis. Jakarta 2 Pebruari 2010. Ketua Forkopi, Harmony Ginting yang baru saja kembali dari tour Australia Open selama hampir 1 bulan, dibuat cukup sibuk oleh proses seleksi peserta Seleknas KU14 dan 16, karena banyaknya kesimpangsiuran informasi yang berkaitan dengan proses seleknas yang masuk dari masyarakat tenis ditambah lagi putranya  Mark Nathan Ginting juga masuknya sebagai kandidat peserta di KU14 Putra dan KU 16 Putra.

Sudah merupakan kebiasaan setiap mulainya tersiar isu Seleknas, para orang tua mulai dari yang memiliki akses sendiri ke petinggi Pelti sampai yang menggantungkan harapannya ke Forkopi yang masih seumur jagung,  mulai membangun komunikasi masing masing yang tentunya otomatis meningkatkan tingkat kehangatan pertenisan yunior Indonesia.

Seleknas Jr Davis Cup 2010 yang sepi di sepinya KTC

Johannes Susanto, Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti yang bertanggung jawab dengan penyelenggaraan pertandingan Seleknas serta dianggap paling mudah untuk dihubungi, mulai kebanjiran telpon, dari yang memuji muji serta menggantungkan harapan dipundak penggila tenis yang minggu lalu baru saja mendapatkan Hadiah sebuah mobil baru dari pertandingan memancing di Kepulauan Seribu ini, sampai yang langsung memaki dengan mengatakan: "Pengurus Pelti Golbok!" Semua itu ditampung oleh petinggi Pelti yang paling populer di masyarakat tenis Indonesia dengan penuh sabar, namun disampaikannya juga kepada kekesalannya itu kepada Ketua Forkopi, yang mencoba mendinginkan hati panas penggila sate kambing ini, atas orangtua yang kadang memang cukup emosional atas keputusan atau kebijakan Pelti yang dianggap sembarangan dan menyusahkan anak mereka.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa pada setiap persiapan Seleknas terjadi kekisruhan yang dipicu oleh kurang terinformasinya masyarakat tenis atas proses atau tatacara penentuan peserta seleknas dan kali ini ditambah lagi dengan dimajukannya mendadak jadwal Seleknas KU16  dari jadwal semula 1-7 Maret 2010 ke 2-7 Pebruari 2010, karena turunnya peringkat tim Junior Davis Indonesia dari Kelompok Qualifikasi ke Kelompok Pre Qualifikasi, setelah sebelumnya tidak diadakannya Seleknas KU14 untuk "Jubillee" yang kali ini diselenggarakan di Shenzhen China, pindah dari Kemayoran Jakarta. Kurangnya transparansi proses Seleknas ini juga diduga sering ditunggangi oleh oknum PP Pelti untuk keuntungan pribadi, baik sebelum maupun sesudah Seleknas, seperti yang diceritakan oleh salah satu orangtua/pelatih tenis dari Bandung, yang diminta menyediakan uang Rp10.000.000,- agar anaknya berangkat.

Kisruhnya proses Seleknas ini telah membuat juga salah satu orang tua/pelatih dari Semarang Jawa Tengah menyatakan merasa apatis terhadap Pelti, karena pengalaman pahitnya akan proses Seleknas sejak tahun 1997 sampai saat ini terus berulang terhadap murid maupun anaknya sendiri.

Dari pengamatan Ketua Forkopi yang juga pengamat dan praktisi pembinaan tenis yunior, memang kesimpangsiuran ini sangat logis terjadi karena tidak transparan serta tidak bakunya proses seleksi peserta Seleknas, dan lebih fatal lagi karena didasarkan sistim PNP yang telah kedaluarsa ini, karena dibuat dengan kondisi 22 tahun lalu.

Seperti telah diberitakan 29 Jan 2010 yll, tentang kunjungan Forkopi atas undangan PP Pelti/Bidang Pembinaan Yunior yang dikuasakan ke Johannes Susanto, kini keputusan yang telah disepakai tsb kembali dirubah oleh Danny Walla secara sepihak karena mensinyalir adanya lobbyist dari Ketua Forkopi atas perubahan jumlah peserta Putra dari 8 menjadi 10.

Danny Walla sebetulnya mengundang Ketua Forkopi untuk membicarakan kembali hal tsb pada Senin 1 Pebruari  jam 4.00 sore di Pelti Senayan, namun pemberitahuan dilakukan sangat mendadak, sekitar jam 3.00 sore pertelpon melalui Christian Budiman.  Tentu saja untuk ukuran Jakarta dan kesibukan lainnya, undangan tsb tidak dapat dipenuhi oleh Ketua Forkopi yang juga pendiri IndonesiaTennis dan Bintang Series ini.

Hasil rapat "sepihak" tsb diinformasikan pertelpon bahwa terjadi perubahan jumlah peserta KU16 Putra dari 10 + 2 kembali menjadi 8 + 2, dan Mark Ginting yang pada saat itu berada diposisi 9, terpaksa harus kembali menjadi cadangan.

Percakapan pertelpon cukup menghangat ditengah gemuruh hujan malam itu dan kemacetan Jakarta, antara Ketua Forkopi menanyakan alasan perubahan tsb dengan Ketua Bidang Pertandingan, dan Ketua Bidang Pembinaan Yunior yang dikenal sebagai orang yang sebetulnya memiliki kredibilitas tinggi dan cukup bijaksana serta terbuka ini, kelihatan memandang Forkopi/Ketua Forkopi memiliki konflik interest yang tinggi karena putranya di peringkat 10 serta memiliki kedekatan khusus dengan Johannes Susanto, sehingga keputusan 29 Jan 2010 tsb dapat terjadi, yang dibantah oleh Ketua Forkopi ini tentunya dengan menunjukkan sejumlah bukti dan tantangan, antara lain hadirnya pelatih Deddy Prasetyo, Roy Morisson yang tidak mungkin disetir kalau tidak logis dll.

Percakapan yang tidak tuntas akibat terputus oleh cuaca dan diselak oleh telpon dari orang tua petenis lainnya, ditambah dengan komitmen Forkopi untuk mensukseskan Seleknas meski dengan mengorbankan prestasi Mark Ginting dan Ramdani Khadafi, merupakan pilihan paling waras ditengah ketidak warasan yang ada, serta mengingatkan Danny Walla dampak dari keputusan yang terkesan emosional tsb, terhadap kolega yang diberikannya kuasa saat itu.

Karena telah berkomitmen sebelumnya ke Johannes Susanto untuk mengantarkan air minum botol kemasan sebanyak 6 dos serta janji untuk mendampingi pelatih Roy Morison dan orang tua Ramdani Khadafi menghadap Danny Walla, maka Ketua Forkopi ini harus menempuh kemacetan Jakarta yang dibencinya selama 2 jam dari Selatan Jakarta menuju Kemayoran Tennis Center di Jakarta Utara.

Seusai Danny Walla memberikan pengarahan kepada peserta Seleknas KU16 Putra, Ketua Forkopi, Roy Morison dan orangtua Ramdani Khadafi menemui Danny Walla yang didampingi oleh Christian Budiman.

Ketua Forkopi yang dikenal cukup sering meledak ini, kali ini dengan santun dan diiringi banyak tawa menyampaikan sumbangan minuman air kemasan tsb, kemudian disambung dengan ajakan berdialog mengenai alasan keputusan perubahan mendadak jumlah peserta Seleknas KU 16 Putra tsb.

Ketua Forkopi yang memiliki data petenis Indonesia terlengkap dan online ini, menyampaikan dengan santun dan tegas setelah menyatakan kepercayaannya atas kredibilitas maupun kebijaksanaan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Yunior ini, bahwa data dan sistim penentuan peringkat peserta Seleknas adalah salah, tidak baku dan tidak transparan, yang tentu saja dibantah oleh Ketua Bidang yang telah memegang jabatan ini selama 7 tahun ini, namun Roys Morison yang juga telah melatih tenis cukup lama, turut mengamini pernyataan Ketua Forkopi.

Contoh kesalahan tsb dibuktikan Ketua Forkopi ini dengan mengambil data PNP atas Mark Ginting di KU 18 dan 16 dibandingkan dengan salah satu petenis yang diterima sebagai peserta Seleknas, dengan catatan  meskipun terbukti benar Ketua Forkopi ini tidak akan menuntut agar putranya dimasukkan sebagai peserta, melainkan untuk mendapatkan kesepakatan perbaikan sistim pada Seleknas berikutnya yang belum terjadi.

Mark memiliki rekor bertanding menang 7-0 dan terakhir Mark menang pada TELKOM FIKS 2009 KU 16, demikian juga poin KU18 poin rata rata Mark lebih tinggi, apalagi poin di KU 16, Mark dengan 5 turnamen dalam rata rata 84, sedang pembandingnya yang lebih tua satu tahun ini, dengan 15 turnamen, poin rata rata 47,8. Belum lagi cerita kelebihan fisik, Mark termasuk tertinggi dikelas 96, sementara pembandingnya sebagai terkecil, wah ini mungkin tidak relevan. Banyak lagi kesalahan didata yang dapat dibuktikan oleh Ketua Forkopi yang memang ahli berlogika dan memiliki GRE mendekati 90% ketika melamar di perguruan tinggi Amerika, sementara teman temannya puas dengan 60 - 70an%.

Tegas namun santun dan kadang tajam dan kadang dengan setengah begurau Ketua Forkopi ini menyampaikan penyesalannya atas keputusan yang emosional tsb, dengan mengorbankan petenis berprestasi serta kolega yang memiliki kredibilitas setara dengannya dan diharapkan tidak terulang dimasa depan demi iklim pertenisan Indonesia yang sehat. Mengharapkan agar Ketua Bidang yang tidak memiliki konflik interest ini tidak mudah "dikipas" oleh tukang kipas yang merasa kepentingan kantongnya terganggu oleh Forkopi, karena Ketua Forkopi ini menyatakan dirinya berkomitmen menjadi Ketua Forkopi bukan hanya untuk kepentingan anaknya, melainkan untuk semua anak berprestasi lainnya dan tidak memerlukan tambahan makanan dari tenis, karena selama ini telah menginvestasikan ratusan juta untuk mengembangankan sistim pertenisan Indonesia, serta meski dengan cara sederhana masih mampu membawa anaknya kebelahan dunia manapun untuk mengembangkan prestasi mereka.

Namun dalam keadaan hak anaknya dirampok dengan sengaja, seperti yang terjadi di Thamrin Cup 2009 dan WS - Semen Gresik Nopember 2009 yll, ada petugas pertandingan yang memaksakan Order of Play "Monyet" di KU16 Putra, maka Ketua Forkopi ini dengan penuh kesadaran memanggil "Monyet" kepada pembuat OoP tersebut dengan menantang segala resikonya. Memang disnyalir oleh masyarakat tenis Indonesia ada juga jenis "monyet rampok" seperti di hutan Sangeh Bali, merampok barang "berkilat" pengunjung yang pada umumnya datang untuk memberinya makan, Ketua Forkopi ini tidak akan segan untuk mengikat yang jenis begini, mudah mudahan demikian juga Johannes Susanto yang sudah diberi mandat untuk mengikatnya, bersinergi dengan Danny Walla yang mungkin sudah juga melihat hasilnya.

Pilihan kata, gaya Ketua Forkopi beberapa kali membuat Ketua Bidang ini agak meledak, yang disambut Ketua Forkopi dengan santun dan keteguhan atas pendapat bahwa sistim proses penentuan peserta yang dipakai adalah salah, meski mungkin korbannya adalah calon peserta diperingkat terbawah.

Bahkan Ketua Forkopi ini mengatakan bahwa selama ini Bidang Pembinaan Yunior PP Pelti "Do Nothing" terhadap prestasi petenis yunior Indonesia, yang tentunya disimpulkan berdasarkan data dan masukan dari masyarakat tenis Indonesia, namun mengajak agar kedepan dapat melakukan yang lebih lagi demi meningkatkan prestasi petenis yunior Indonesia yang makin terpuruk saat ini, terutama memperbaiki sistim agar petenis dapat melihat /menghitung sendiri poin dan kesempatannya menjadi peserta Seleknas, tidak ditentukan dengan rumusan yang kurang tepat dan data yang salah seperti saat ini, sehingga dapat terjadi perampokan hak anak berprestasi, yang tentunya dapat memicu hal hal yang kurang baik untuk menunjang prestasi pertenisan Indonesia kedepan.

Seperti yang dipercaya Ketua Forkopi didepan mengenai kebijaksanaan Ketua Bidang penggemar golf ini, Danny Walla memang akhirnya mengakui kelemahan sistim yang ada, dan mengucapkan penghargaan atas data yang diperagakan, sehingga dia dapat melihat kelogisan pernyataan Ketua Forkopi tsb dan meminta agar dibuatkan sistim yang dapat menghindarkan protes tak berujung seperti saat ini dan tahun tahun sebelumnya tidak berulang, termasuk Seleknas KU16 Putri 1-7 Maret 2010 nanti. Dia juga mengakui merasa letih dengan situasi ini dan keinginan untuk mengundurkan diri dari posisinya,  terlebih lagi harus bentrok dengan kolega baiknya selama ini untuk hal yang semestinya tidak perlu bila saja ada sistim baik yang mendukung, yang tentu saja ditolak keras oleh Ketua Forkopi maupun Roy Morison, karena itu akan lebih mengurangi rasa percaya masyarakat terhadap Pelti yang saat ini sudah rendah.

Akhirnya disepakati untuk lebih erat lagi bekerjasama membangun pertenisan Indonesia, karena pada dasarnya para orangtua dan pelatihlah yang menjadi ujung tombak peningkatan prestasi pertenisan Indonesia, sebagai patner Pelti.

 

 

 

Australia Tennis Wonder

8; 10; 12; 14; Yunior B&G
Single & Consolation
Info:
SMS: 0855-1130-787
Hotline: 021-964-876-22 (Esia)
Ph: 021-7152-5821*
Fax: 021-723-7923
Email: info@indotennis.com
No Rek:
Atas Nama: David Harlingan
Mandiri 070-00-10111990
BCA: 6080-289-616
V
V

Pati, 26 - 29 Maret 2009

Denpasar, 17 - 19 April 2009

Pontianak, 20 - 24 Mei 2009

JAKARTA 8 Junior 2009
Senayan, 5-7 Juni 2009:

CLAY GRANDSLAM Junior 2009
Senayan, 27 Juni - 5 Juli 2009:

KEMERDEKAAN Junior 2009
Senayan, 15-17 Agust 2009:

KETUPAT Junior 2009
Senayan, 02-04 Oktober 2009:

Transportation Main Sponsor
MASTER BINTANG JUNIOR 2008